Hindari Pre-Eklamasi Pada Ibu Hamil Tua
Kondisi ibu hamil memang harus terus dijaga bahkan dari trimester awal hingga trimester akhir yang mana tanda akan melahirkan mulai terasa. Jangan sampai hal yang dikhawatirkan bisa terjadi baik kepada si bayi maupun pada si ibu. Salah satu hal yang perlu di waspadai saat kehamilan adalah Pre-Eklamasi. 

Apa itu pre-eklamasi? Pre-eklamasi merupakan suatu kondisi komplikasi pada kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi (hipertensi) serta tanda-tanda kerusakan organ, contohnya kerusakan ginjal yang ditunjukkan oleh tingginya kadar protein pada urine (proteinuria) sehingga mengakibatkan edema atau pembengkakan pada bagian tungkai.

Gejala preeklamsia umumnya terjadil saat usia kehamilan memasuki minggu ke-20 atau lebih (paling umum usia kehamilan 24-26 minggu) sampai tak lama setelah proses persalinan. Lalu bagaimana cara menghindari atau mencegah kondisi pre-eklamasi?. 

Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menghindari atau mencegah pre-eklamasi:

Konsultasi dengan dokter

Apabila hasil diagnosis dari dokter menyatakan bahwa Anda berisiko tinggi terkena preeklamsia, umumnya dokter akan meminta Anda mengonsumsi parasetamol dosis rendah. Parasetamol dengan kandungan dosis rendah diduga dapat menurunkan risiko terkena preeklamsia. Selain itu, wanita yang kekurangan asupan kalsium sebelum dan saat kehamilan, juga akan biasanya disarankan untuk mengonsumsi suplemen kalsium untuk mencegah preeklampsia. Namun wanita hamil sebaiknya jangan mengonsumsi obat, vitamin, atau suplemen apa pun tanpa konsultasi dengan dokter kandungan terlebih dulu.

Lakukan Ultrasonografi (USG) dan NST

Umumnya proses kelahiran mampu menyembuhkan preeklamsia. Bila preeklamsia muncul ketika usia janin belum cukup untuk dilahirkan, biasanya dokter kandungan akan memonitor kondisi tubuh Anda dan calon bayi dengan lebih teliti hingga usia janin sudah cukup untuk dilahirkan. Dokter pun akan meminta Anda menjalani beberapa hal seperti analisis darah, ultrasonografi dan NST (Non Stress Test) yang mana prosedur untuk mengukur detak jantung bayi selama masih dalam kandungan lebih sering.

Jagalah kondisi kehamilan Anda sebelum tanda akan melahirkan terasa agar proses persalinan bia berjalan dengan lancar dan terhindar dari berbagai kondisi yang bisa mengancam Anda dan sang calon bayi.

Advertisement

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Top